Belajar Bahasa Sunda (Penting Buat yang Cari Jodoh Orang Sunda)

Nih Sob, spesial buat kamu yang lagi galau. Lho kok galau?  Iya galau, soalnya bingung bagaimana ngomong sama camer alias calon mertua. Gimana mau ngomong, bahasanya aja nggak ngerti. Jangankan diterima, kemungkinan komunikasi lancar aja nihil.

Tapi sekarang kamu nggak per khawatir Sob. Yuk mari kita belajar bareng. Kita tahu kamu lagi frustasi gara-gara ini. makanya kita datang membawa pertolongan. Hehehhe. Sebelum belajar bahasa Sunda, kamu harus tahu, biasanya orang luar Sunda itu nggak bisa ngomong bahasa Sunda karena bingung. Maklum aja Sob, bahasa Sunda punya bahasa khusus untuk tingkat umur tertentu. Kalau kamu ngomong sama anak kecil, bahasanya beda kalau kamu ngomong sama orang tua. Jadi kamu nggak bisa ngasal kalau ngomong Sob.

Dalam bahasa Sunda, penggunaan kata memang dibedakan. Misalnya, untuk kata datang dalam konteks  diri sendiri adalah dongkap. Misalnya: “Abdi tos dongkap ti kamari”  (Saya sudah datang dari kemarin). Kalau untuk orang lain beda lagi Sob. Bukan dongkap, tapi sumping. Contohnya: “Bapak Zaénal nembé sumping di Bandung tadi wengi”. (Bapak Zaenal baru datang di Bandung tadi malam.).

Itu tadi contoh penggunaan kata datang dalam bahasa halus Sob. Nah, kalau untuk untuk bahasa loma alias bahasa gaul atau baasa alay, tetap pakai kata datang Sob. Misalnya: “Manéh rék datang moal engké ka Gasibu lalajo wayang golék?” (Kamu mau datang enggak nanti ke Gasibu nonton wayang golek?)

Sudah jelas belum Sob? Belum ya? Oke lanjut belajarnya ya, biar nggak bingung kalau ketemu si camer. Wkekeke. Sekarang, mari kita kenali perubahan kata dalam bahasa Sunda untuk diri sendiri dan orang lain. Kata dasar yang digunakan adalah kata yang dipakai dalam tataran bahasa loma.

  • Hudang = bangun

a. Bahasa sedang/akrab = hudang

“Geura hudang atuh, geus beurang!”

(Cepat bangun, sudah siang!)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Gugah

“Abdi mah nembé gugah tadi subuh.”

(Saya baru bangun tadi subuh.)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Gugah

“Pa, saur Ibu itu tamu téh gugahkeun. Bilih kasiangan ka statsion”.

(Pak, kata Ibu itu tamu bangunkan. Takut kesiangan ke stasiun.)

 

  • Peuting = Malam

a. Bahasa sedang/akrab = Peuting

“Manéh tadi peuting lalajo Barca VS Madrid teu?”

(Kamu tadi malam nonton Barca VS Madrid gak?)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Wengi

“Abdi tadi wengi ngudag bangsat!”

(Saya tadi malam mengejar maling.)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Wengi

“Pa,tadi wengi ningali nu kasurupan teu di pos ronda?”

(Pak, tadi malam lihat yang kesurupan gak di pos ronda?)

  • Kiih = buang air kecil/kencing

a. Bahasa sedang/akrab = Kiih

“Engké waé atuh kiihna di rest area!”

(Nanti saja kencingnya di rest area!)

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Kiih

“Aduuuh teu kiat titadi abdi hoyong kiih!”

(Aduuuh tidak kuat dari tadi saya ingin kencing!)

c. Bahasa halus untuk orang lain = Kahampangan

“Pami Ibu badé kahampangan, mangga di WC umum waé.”

(Kalau ibu mau buang air kecil, silakan di WC umum saja.)

  • Saméméh = sebelum

a. Bahasa sedang/akrab = Saméméh

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Sateuacan

c. Bahasa halus untuk orang lain = Sateuacan

  • Dahar = sebelum

a. Bahasa sedang/akrab = Dahar

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Neda

c. Bahasa halus untuk orang lain = Tuang

  • Ngadéngékeun = Mendengarkan

a. Bahasa sedang/akrab = Ngadéngékeun

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Ngupingkeun

c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngadangukeun

  • Meuli = Membeli (dari kata dasar beuli)

a. Bahasa sedang/akrab = Beuli

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Mésér

c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngagaleuh

  • Deukeut = Dekat

a. Bahasa sedang/akrab = Deukeut

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Caket

c. Bahasa halus untuk orang lain = Caket

  • Gedé = Besar

a. Bahasa sedang/akrab = Gedé

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Ageung

c. Bahasa halus untuk orang lain = Ageung

  • Itung = Hitung

a. Bahasa sedang/akrab = Itung

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Étang

c. Bahasa halus untuk orang lain = Étang

 

  • Nginum = Minum

a. Bahasa sedang/akrab = Nginum

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Nginum

c. Bahasa halus untuk orang lain = Ngaleueut

  • Inget = Ingat

a. Bahasa sedang/akrab = Inget

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Émut

c. Bahasa halus untuk orang lain = Émut

  • Kabéh = Semua

a. Bahasa sedang/akrab = Kabéh

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Sadaya

c. Bahasa halus untuk orang lain = Sadaya

  • Harga = Harga  (untuk harga barang)

a. Bahasa sedang/akrab = Harga

b. Bahasa halus untuk diri sendiri = Pangaos

c. Bahasa halus untuk orang lain = Pangaos

So, masih grogi kalau mau menghadap si camer? Pasti nggak donk. Semangat ya. jangan lupa makan-makannya ya. #kedipin mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *