Berkenalan dengan Kota Bandung (II)

Melanjutkan kenalan kita dengan Kota bandung kemarin yang belum tuntas. Kali ini kamu bakal kita ajak kenalan lebih jauh dengan Kota Bandung. Kan nggak kenal maka nggak sayang, nah, biar kamu sayang sama Kota bandung, makanya kamu kita kenalin lebih jauh.

Beberapa fakta yang pernah terjadi di Bandung antara lain:

  • Pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.
  • Bendera Kota Bandung, berdasarkan Surat Keputusan DPRD Sementara Kota Besar Bandung nomor 9938/53 tanggal 8 Juni 1953.
  • Secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah Provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
  • Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.
  • Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan di bagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.
  • Iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembap dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan. 10. Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga.
  • Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Citarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
  • Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
  • Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906. Luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha. Lalu bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949. Dan kini bertambah sampai seluas Bandung yang sekarang.
  • Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan. Ni untuk strategi perang Sob. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan “Bandung Lautan Api” dan diabadikan dalam lagu “Halo-Halo Bandung”.
  • Pada tanggal 18 April 1955 diadakan Konferensi Asia Afrika. Selajutnya kembali diadakan KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.
  • Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat. Penduduknya didominasi oleh etnis Sunda. Sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *