Foto Bandung Tempo Dulu

Inilah Kumpulan Galeri Foto Bandung Tempo Dulu

Apa yang bisa kita lihat gambaran hidup dari masa lalu? Selain hanya kenangan tentu, ada cerminan diri, lingkungan juga keadaan yang bisa kita jadikan patokan sebuah simbol perubahan dimana, perubahan itu akan kita lihat setelah beberapa tahun yang akan datang.

Dan kali ini kita akan melihat bagaimana Bandung tempo dulu sekaligus menyusuri penggalan sejarah tertutama pada beberapa lokasi yang dapat dilihat di Kota Bandung. Berikut tempat-tempatnya jaman dulu.

Gedung Sate

jabarprov.go.id
jabarprov.go.id

Ada yang tau bahwa foto di atas ini ( Gedung Sate ) adalah simbol yang gambarnya sering dijadikan kartu pos. Gerber merancang gedung paling monumental di Indonesia ini berada dalam gaya Indo-Eropa, yang memadukan bermacam gaya moorish Spanyol, art deco, renaissance Italia dan Sunda. Uniknya Gedung Sate ini dibangun secara diagonal tepat menghadap Gunung Tangkuban Perahu.

Braga

Foto Bandung Tempo Dulu
jabarprov.go.id

Siapa yang tak kenal Braga? Hampir sepenggal jalan ini menjadi ikon khusus untuk kota Bandung. Dahulu tempat ini sering dipadati para pejalan kaki yang akan bragaderen, kalo kata kita sekarang disebut “ABG mejeng”. Bahkan hingga saat ini Braga tetap eksis dalam kunjungan para kaum muda termasuk para wisatawan asing.

Banyak toko-toko disepanjang jalan ini didirkan untuk memenuhi kebutuhan pokok (barang apapun) bagi warga Bandung, tetapi saat itu kebanyakan dari Eropa yang lebih mendominasi. Maka, diimporlah produk sandang dan pangan diantaranya makanan dan minuman, mobil-mobil mewah hingga model pakaian terkini.

Inikah yang membuat tempat ini dijuluki “The Fifth Avenue of the East“? Pastinya Baraga merupakan salah satu jalan dari tiga jalan yang di bangun pertama kali di Bandung. Lainnya adalah Jalan Merdeka dan Jalan Asia-Afrika.

Alun-alun

jabarprov.go.id
jabarprov.go.id

Alun-alun adalah taman publik pertama yang di bangun di kota Bandung. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan beberapa kota yang ada di Jawa seperti Catur Gatra.

Sebelah barat terdapat tempat peribadatan monumental Mesjid Agung yang kini menjadi pusat kota. Untuk di sisi tmur sendiri ada pusat aktivitas komersial yang dulu sangat ramai yaitu Palaguna dan beberapa bioskop sebagai tempat hiburan paling bagus pada masa itu. Sedangkan  untuk sebelah selatan adanya bangunan rumah pendopo sebagai pusat pemerintahan kota Bandung.

Penjara Banceuy

jabarprov.go.id
jabarprov.go.id

Penjara ini dibangun  pada tahun 1877 hingga berdiri cukup lama, penjara Banceuy ini pun diruntuhkan tahun 1984. Untuk menandakan bahwa di sini pernah dibangun sebuah penjara, sekaligus menyisakan sebuah menara pengawas di sepanjang (pinggir) jalan yang berpagar rantai dan besi. Nah, itu yang bisa dilihat dari tampak luar, sedangkan di dalam kompleksnya sendiri, ada beberapa pertokoan yang bisa kita lihat dengan ruang sel sekaligus dulu sel ini pernah di tempati oleh Presiden pertama Ir. Soekarno.

Taman Dewi Sartika

Taman Dewi Sartika ini di Bangun pada tahun 1864 dan letaknya tak jauh bisa dikatakan menyatu dengan Kantor Kodya Bandung yang bergaya geometric art deco.

Asia-Afrika

jabarprov.go.id
jabarprov.go.id

Dulunya jalan ini lebih di kenal Jalan Raya Pos. Jalan Asia-Afrika adalah penanda awal berdirinya Kota Bandung. Pada tahun 1810 inilah Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan Herman Willem Daendels, menancapkan tongkatnya di suatu titik di sisi De Groote Postweg. Di mana titik itu hingga dikenal dengan nama Kilometer 0.

Dan pada saat itu Daendels pun membujuk Bupati Bandung yang ke-6, Raden Wiranatakusumah II, untuk memindahkan Ibukota Bandung dari Karapyak (16 km selatan Bandung) ke Alun-alun kota yang sekarang menjadi pusat atau centra perdagangan warga Bandung. Titik kilometer 0 ini letaknya tidak jauh dari pelataran Hotel Grand Preanger.

Sungai Cikapundung

Ternya Deandels punya alasan kenapa Ibukota lama harus di pindahkan ke Alun-alun kota. Ya, Sungai Cikapundunglah yang menjadi salah satu alasan besar, karena Sungai bersejarah ini merupakan sumber penghidupan bagi warga Bandung saat itu dalam mencari sumber air.

Pada zaman prasejarah pula, saat danau besar Bandung masih ada, Sungai Cikapundung ini berada 30 meter di bawah permukaan danau. Manusia prasejarah yang tinggal di perbukitan utara saat itu, ternyata biasa menyebrangi danau sebelum tiba di selatan Bandung untuk menyelsaikan suatu urusan tertentu.

Taman Lalu Lintas

Taman Lalu Lintas dibandung pada tahun 1910-an yang awalnya, taman ini diberi nama Insulinde Park sekaligus digunakan sebagai tempat upacara bagi militer Hindia Belanda. Ya, kawasan ini merupakan kawasan militer. Jadi disarankan untuk kamu jangan sembarangan memotret kalau tidak ingin kamera kamu dimintai oleh para penjaga sangar hehe.

Taman Maluku

pinterest.com
pinterest.com

Sedangkan untuk Taman Maluku yang satu ini, dahulunya bernama Molukkenpark. Sangat khas dengan adanya patung pendeta militer Belanda Verbraak yang sebagai penanda pada taman ini ( tepat berada di sudut utaranya). Jangan salah ternyata waria itu sudah ada dari jaman dulu dan taman ini adalah tempat berukumpulnya apra waria hihi geli juga yak. Jadi jika kamu berani melintas malam-malam di sini, dijamin banyak penggoda termasuk germo yang menggoyahkan iman.

Mungkin hanya itu beberapa potret Bandung Tempo Dulu, tetapi jika kamu menemukan dan punya sumber lain tentang Bandung dulu yang lebih lengkap silahkan di sharekan saja plus komen hehe makasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *