Kalimat Perintah Bahasa Sunda

Kamu lagi bingung? Naik pangkat di kantor tapi sekaligus dipindah ke daerah yang berbahasa Sunda? Bingung berinteraksi dengan para pegawai di kantor? Gimana mau menyuruh, lha paham bahasanya aja nggak. Kamu nggak perlu bingung Sob. Bahasa Sunda gampang dipelajari kok. Asalkan kamu mau belajar aja. Nggak ribet, beneran deh.

Nah, kali ini kita bakal belajar tentang kalimat perintah dalam bahasa Sunda. Perintah disini bukan hanya menyuruh lho Sob. Bisa juga ijin untuk melakukan sesuatu. Perintah bisa juga dpakai untuk larangan melakukan sesuatu. Intinya, kalimat perintah itu mengandung cirri-ciri sebagai berikut:
– menggunakan intonasi keras, terutama perintah biasa dan larangan
– kata kerja yang mendukung isi perintah itu biasanya kata dasar
– kalimat biasa diakhiri dengan tanda seru (!)

Bahasa Sunda punya beberapa bentuk kalimat Sob, antara lain:

  • Pakai kata kerja kata dasar

Misalnya:
– Cokot! (ambil!)
– Balik ayeuna kénéh! (Pulang sekarang juga!)

  • Pakai kata kerja imperatif, yaitu kata kerja yang memiliki arti ‘menyuruh supaya’. Dalam bahasa Sunda, kalimat kayak gini ada cirinya tersendiri Sob. Misalnya menggunakan akhiran -an, -keun, atau gabungan pang- + -keun.
    Misalnya:
    – Bungbuan asakanna! (Bumbui masakannya!)
    – Kawinkeun wé! (Nikahkan saja!)
    – Pangnanyakeun ka manéhna! (Tolong tanyakan kepadanya!)
  • Pakai kata pengantar kerja.
    Misalnya:
    – Pék terangkeun ku manéh supaya nu lain ngarti! (Jelaskan olehmu supaya yang lain mengerti!)
  • Pakai kata gabungan kata lain geura.
    Contoh:
    – Lain geura dahar nya, bisi beunang panyakit maag! (Bukannya segera makan, takut nanti terkena penyakit maag!)
  • Dalam bahasa Sunda, kalimat perintah juga disesuaikan dengan undak-usuk basa. Maksudnya kalimat perintah halus. biasanya untuk memerintah orang yang lebih tua.
    Mislanya:
    – Mangga calik! (Silakan duduk!)
    – Punten, pangyandakkeun artos di lebet kantong! (Maaf, tolong ambilkan uang di dalam tas!)
  • Ada juga kalimat perintah agar orang lain nggak melakukan pekerjaan (larangan). Kalimat ini biasanya menggunakan kata: ulah, entong, teu meunang (dalam bahasa Indonesia =jangan).
    Contoh:
    – Ulah ngulinkeun awéwé, bisi meunang karma! (Jangan mempermainkan perempuan, nanti kena karma!)
    – Entong ulin peuting, bisi asup angin! (Jangan main malam-malam, nanti masuk angin!)
    – Mun keur ujian teu meunang gandéng! (Kalau sedang ujian, dilarang ribut!)

Nah, sekarang nggak bingung lagi kan? Belajar bahasa Sunda itu mudah kan? Asyik juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *