Kota Bandung,Kota Pendidikan

Kalau kamu jalan-jalan ke Bandung, kamu pasti tahu kalau sekarang sudah banyak  sekolah atau perguruan tinggi didirikan di Bandung. Kemajuan ini rata-rata melibatkan para tokoh nasional.

Kota Bandung mempunyai catatan tersendiri bagi perkembangan kelahiran pembangun bangsa Indonesia.  misalnya, Soekarno dulu pernah kuliah di Technische Hoogeschool (sekarang ITB). Hingga teknokrat seperti Habibie pun pernah merasakan ngampus di sana, walau beberapa bulan.

Tahun 1742, Bandung dianggap sebagai wilayah pembuangan. Orang-orang Belanda masih nggak mau ke sini. Tapi setelah dilihat, ternyata Bandung memiliki sejuta pesona bagi orang Belanda.

Kemudian pada 1825, Bandung memiliki tata kota dengan adanya perencanaan tata kota. Waktu itu, batas timur Bandung hanya sampai Kacakaca Wetan (Sekarang Parapatan Lima/dekat Kosambi) dan di sebelah barat hanya sampai kawasan Pasa Andir (dekat Pasirkoja/Jamika) dan kawasan utara sampai Jalan Aceh sekarang. Batas selatan sendiri hanya sampai kawasan Kebon Kalapa (dekat Alun-alun Bandung). Kecil banget kan Sob.

Dulu, hanya ada beberapa bangunan yang bisa disebut layak Sob. Yaitu: Gedung Kopi milik Andries de Wilde yang dikenal dengan Gedung Papak (Kantor Pemda Kota Bandung sekarang), Rumah Tumenggung (sekarang Gedung Keuangan Negara di Jalan Asia Afrika), Rumah Aria yang menjadi Hotel Preanger), Barak Militer di Cibadak. Masjid Agung, rumah Tuan Paijen di Jln. Banceuy, serta Gedung Pendopo yang ada di depan Parahyangan Plaza sekarang.

Dunia pendidikan mulai menggeliat pada tahun 1866. Pada tahu itu dibangun Sekolah Guru/Kweekschool. Sekarang menjadi Kantor Polwiltabes Bandung, Jalan Merdeka (samping gereja dekat Bank Indonesia). Lalu pada di daerah Tegallega dibangun  sakola menak  yang dikenal dengan nama Opleidingsschool voor Indlandschee Ambtenaren (OSVIA). Di sekolah ini, hanya anak bupati/dalem/priyayi/patih/wedana.  Pada 1927, dibukalah Middelbare OSVIA, siswanya diambil dari lulusan MULO (sekarang setingkat SMP).

Dunia pendidikan di Bandung semakin berkembang dengan adanya Frobelschool/TK, Sekolah Guru TK, Sekolah Putri (Van Deventerschool), Sekolah Dasar Belanda (HIS), Sekolah Dasar Pribumi, MULO (SMP), AMS (SMA), nggak ketinggalan sekolah-sekolah zending Kristen dan Cina yang sampai sekarang masih berdiri.

Sedangkan SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung sekarang, dulunya adalah Hoogere Burgerschool (HBS) yang didirikan pada 1916, terletak di Jalan Belitung. Tahun 1920 di Bandung dibuka Algemeene Middelbare School (AMS) jurusan Sastra Barat. Lantas pada 1922 di Jalan Merdeka didirikan HBS Katolik dengan adanya asrama putri khusus.

Satu hal yang menjadi catatan sejarah Bandung adalah hadirnya Technische Hoogeschool (TH) yang berdiri pada 3 Juli 1920. TH adalah sekolah teknik tinggi pertama di Hindia Belanda (Indonesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *