Menjaga Bahasa Sunda Melalui Fiksimini Bahasa Sunda

Layaknya Jogja yang punya banyak seniman senior, daerah Sunda pun juga punya seniman-seniman yang menjaga dan mesyarakatkan bahasa Sunda. Apalagi di jaman sekarang ini. Anak muda lebih suka menggunakan bahasa alay dari pada bahasa daerahnya sendiri. Hai anak muda. Iya kamu! Malah tengaok kanan tengok kiri. Iya kan kamu lebih suka bahasa alaykan. Ngaku aja deh.

Padahal Sob. Di Bandung seorang rector seuah universitas ada yang kesenangannya terhadap bahasa Sunda luar biasa. Beliau nggak malu. Tahu nggak itu siapa? Nah betul (belum ada yang nebak!!!). oh, belum ada yang nebak ya. Namanya Kang Ganjar Kurnia. Rektor Universitas Padjadjaran. Beliau ini suka banget up date status si group Fiksiminu Bahasa Sunda di Facebook. Weh..gaul gila nih rektor ya. Anak muda aja kalah.

Eh, BTW, eniwe, kamu tahu fiksimini bahasa Sunda kagak? Hya..nggak bilang dari tadi sih. Jadi itu sejenis media yang digunakan untum melestraikan bahasa Sunda. Anggotanya macem-macem Sob. Mulai dari akademisi, sampai tukang sayur juga ada. Semua boleh gabung.

Tema-tema yang diangkat dalam fiksimini basa Sunda beragam. Mulai dari tema humor, religius, hingga karya prosa yang berbasis pengalaman penulisnya. Nggak cuma diposting di facebook Sob, ada beberapa karya yang sudah dibubukan.

Salah satunya berjudul “Nu Keur Néangan”. Dalam buku ini, sebanyak 87 fiksi mini karya Prof. Ganjar kini dapat dinikmati dari buku tersebut. Nggak jauh beda dengan karya satra yang lain, disini juga banyak kisah-kisah yangbisa dipetik. Ciri khas dari setiap kiriman para anggota fiksimini bahasa Sunda ini adalah adanya unsur spontanitas. Mirip-mirip orang lagi up date status di facebook gitu.

Komunitas yang didirikan pada 16 September 2011 ini menampung karya-karya cerita singkat berbahasa Sunda. Saat group Facebook baru dibuat, sambutannya luar biasa. Hingga Juni 2013, anggota komunitas yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/fikminsundatelah mencapai lebih dari 5000 orang.

Asyiknya lagi, anggotanya nggak cuma tinggal di Jawa Barat, ada juga yang berasal dari Timur Tengah, Malaysia, India, Amerika Serikat, dan Belanda. Wew, orang timur tengah ngomong bahasa Sunda Sob. Dari jumlah anggota tersebut,  70 persen  aktif membaca fiksi mini, rajin mengirim tulisan.  Ini membuktikan bahwa bahasa Sunda masih hidup di kalangan penuturnya. Biar tambah eksis, anggotanya yang berasal dari kalangan media massa menyediakan ruangan khusus untuk kolom fiksimini bahasa Sunda, diantaranya di HU Galamedia dan HU Pikiran Rakyat (online). Begitu juga karya-karya lainnya biasanya dipamerkan dengan paduan seni grafis.

Fiksimini Sunda ini pas banget buat kamu yang pengin belajar bahasa Sunda tapi nggak punya ongkos buat kursus bahasa Sunda. Atau nggak gitu, bingung mau kursus dimana. Selama ini kan jarang ditemui tempat les bahasa Sunda.

Kumaha? Damang? #nyengir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *