Museum Geologi

Museum Geologi awalnya merupakan laboratorium milik Belanda. Museum ini mempunyai banayk koleksi batuan, mineral, meteroit, fosil, dan artefak. Koleksi ini  dikumpulkan sejak tahun 1850-an.

Museum ini diresmikan tanggal 16 Mei 1929. Awalnya luasnya nggak terlalu luas. Nah, karena koleksinya semakin banyak, akhirnya dilakukan renovasi. Renovasi  dilakukan dengan bantuan dana dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Berlangsung selama dua tahun mulai dari 2 November 1998 hingga tahun 2000. Museum Geologi kemudian diresmikan oleh Megawati Sukarno Putri pada 3 Agustus 2000.

KEUNIKAN

Sangat nggak disarankan buat menghitung koleksi museum ini Sob. Soalnya kalau kamu mau menghitungnya, kamu harus meminjam jari tangan orang satu kelurahan. Hehehe.

Saat ini koleksi Museum Geologi berjumlah ratusan ribu batuan atau mineral, dan ribuan fosil. Beberapa koleksinya merupakan merupakan fosil holotype yang dipakai sebagai acuan di seluruh dunia. Datanya tersimpan di Ruang Dokumentasi. Museum ini juga mempunyai Ruang Pamer yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni Ruang Geologi Indonesia, Ruang Sejarah Kehidupan, serta Ruang Geologi dan Kehidupan Manusia.

Masuk ke Ruang Geologi Indonesia, kamu akan menyaksikan peragaan proses terjadinya bumi. Dilanjutkan perkembangan pembentukan Kepulauan Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia.

Di ruang ini kamu juga bisa melihat meteroit yang jatuh di Klender (Jakarta), peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Galunggung, Krakatau, Tangkuban Perahu, Merapi, serta beberapa gunung api lainnya.

Selanjutnya, ada ruang Sejarah Kehidupan. Ruang ini menggambarkan perkembangan kehidupan dari waktu ke waktu. Koleksi yang ada di Ruang Sejarah Kehidupan diklasifikasi lagi menjadi Prakambrium (Masa Kehidupan Purba dan Awal),Paleozoikum (Masa Kehidupan Tua), Mesozoikum (Masa Kehidupan Tengah), Dinosaurus, Kenozoikum (Masa Kehidupan Baru), Vertebrata Indonesia, dan Manusia Purba.

Disini kamu akan melihat fosil Tyrannosaurus Rex Osborn yang Di seberang T-Rex terdapat area Vertebrata Indonesia. Diarea Vertebrata Indonesia kamu akan melihat aneka fosil asli Indonesia, antara lain gajah purba, kerbau purba, dan kura-kura raksasa. Dan tentu saja  fosil manusia purba, Homo Erectus yang hidup pada Zaman Kuarter.

Ruang pamer yang terakhir adalah Ruang Geologi dan Kehidupan Manusia. Di ruang ini digambarkan cara penambangan dan pengolahan mineral serta minyak dan gas bumi.

Koleksi di ruangan ini diklasifikasi menjadi Pertambangan Mineral Energi, Pemanfaatan Batuan Mineral, Eksplorasi Eksploitasi, Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari, Bahan Galian Komoditas Nasional, Gempa Bumi Gerakan Tanah, Bahaya Manfaat Gunung Api, dan Air Lingkungan.

LOKASI

Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro 57, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

AKSES

Museum ini terletak di tengah kota, jadi mudah diakses Sob. Dari Bandara Husein Satranegara, kamu cuma perlu waktu 25 menit perjalanan. Kalau dari Stasiun Kereta Api Bandung 15 menit. Kalau dari Terminal Bus Leuwipanjang 30 menit. Nah, kalau dari Terminal Bus Cicaheum cuma 15 menit. Kamu bisa pilih sendiri, mana yang terdekat dari rumahmu.

HARGA TIKET

Buat kamu yang pengin jalan-jalan gratis, kamu datang aja ke museum ini Sob. Masuknya gratis. Keluarnya juga gratis kok Sob. Nggak perlu khawatir.

Museum ini buka dari hari Senin – Kamis (09.00 – 15.30 WIB), Sabtu – Minggu (09.00 – 13.00), Jumat dan hari libur nasional tutup.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Selain ruang pamer, Museum Geologi juga punya berbagai fasilitas pendukung Sob. Mulai dari tempat parkir yang luas, toilet umum, dan kios suvenir.

Di kios suvenir ini kamu bisa menemukan beragam pernak-pernik yang berhubungan dengan Museum Geologi. Mulai dari buku panduan museum, scarf dengan gambar fosil, atau VCD mengenai evolusi manusia, jenis bebatuan, tsunami dan bencana alam, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *