Museum Konferensi Asia Afrika

Ingat pelajaran IPS jaman SD Sob? Itu lho yang bukunya warna kuning. Biasanya disuruh ngapalin sama gurunya. Padahal, bisa bikin bibir keriting. Bagaimana nggak, itu buku isinya tulisan semua. Gambarnya bisa dihitung pakai jari.

Kalau kamu masih ingat pelajaran IPS jaman jadul itu, kamu pasti masih ingat KAA. Konferensi Asia Afrika. Ingat nggak? Dulu kan Indonesia sering banget bikin konferensi, konferensi meja bundar, meja kotak, meja lonjong. Eh, malah sampai mana-mana.

Kamu ingat kan Konferensi Asia Afrika? Kalau masih nggak inget juga, coba itu nanya ke adikmu yang masih SD. Pasti dia tahu. Nah, konferensi ini ternyata nggak Cuma konferensi Sob. Ada museumnya.

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. adalah orang yang pertama kali melontarkan gagasan untuk mendirikan Museum Konferensi Asia Afrika. Dia terinspirasi oleh keinginan para pemimpin bangsa untuk mengabadikan Konferensi Asia Afrika. Gagasan itu baru terlaksana pada masa Joop Ave menjadi Direktur Jendral Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri dan Ketua Harian Konferensi Asia Afrika ke-25.

Pembangunan museum ini terlaksana berkat kerjasama Departemen Luar Negeri, Departemen Penerangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Universitas Padjajaran Bandung. Museum Konferensi Asia Afrika diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan puncak acara Konferensi Asia Afrika yang ke-25.

KEUNIKAN

Museum ini didirikan ada tujuannya Sob. Tujuannya yaitu untuk mengumpulkan, memelihara, mengolah, dan menyajikan peninggalan-peninggalan dan informasi-informasi yang berkaitan dengan latar belakang peristiwa Konferensi Asia Afrika.

Selain itu, untuk mendokumentasikan perkembangan kawasan Asia Afrika dari waktu ke waktu. Juga untuk memotret aspek sosial, budaya, ekonomi, peran dan percaturan politik Indonesia khususnya dan kawasan Asia Afrika umumnya dalam kancah internasional.

Disini kamu juga akan disuguhi benda-benda, koleksi foto-foto dan arsip-arsip, karena museum ini telah dikembangkan sebagai pusat studi, edukasi, informasi, dan rekreasi. Museum ini ditunjang dengan ruang pameran modern yang memamerkan sejumlah benda dan foto peninggalan Konferensi Asia Afrika Pertama pada tahun 1955 dan Peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-25 pada tahun 1980.

LOKASI

Museum Konferensi Asia Afrika terletak di Jalan Asia Afrika No. 65, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

AKSES

Museum Konferensi Asia Afrika berada di jantung kota, dekat dengan alun-alun, dan dilalui trayek angkutan kota,sehingga dapat diakses dengan mudah dari berbagai penjuru Kota Bandung.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Di sekitar Museum Konferensi Asia Afrika terdapat berbagai fasilitas, seperti wisma dan hotel dengan berbagai tipe, warung, kafe, restoran, mall, bank, ATM, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *