Observatorium Bosscha Lembang

Pasti banyak diantara kamu yang suka banget berkunjung ke kawasan ini. Soalnya, kamu nggak cuma berwisata saja Sob. Tapi kamu juga bisa belajar dengan cara yang asyik. Tahu kita mau kemana? Yup, kita mau ke Observatorium Bosscha Lembang.

Ide pembuatan Observatorium Bosscha Lembang ini muncul tahu 1920. Ide ini muncul seiring dengan berdirinya Nederlandch Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Ilmu Astronomi Hindia Belanda) yang dipelopori oleh Karel Albert Rudolf Bosscha. Tuan tanah berkebangsaan Belanda yang memiliki perkebunan teh di daerah Malabar, Lembang, Jawa Barat.

Pada tanggal 12 September 1920, perhimpunan tersebut mengadakan rapat perdana di Hotel Homman Bandung. Lalu para peserta sepakat untuk mendirikan sebuah observatorium. Tujuannya untuk mengembangkan ilmu astronomi di Hindia Belanda. Waktu itu, Mr. Bosscha berjanji akan memberikan bantuan berupa teropong bintang modern.

Nggak lama setelah itu, Mr.Bosscha bersama sepupunya, Mr. Dr. J. Voute, bertolak ke Askania Werk Jerman untuk memesan Meredian Circle dan Carl Zeiss Double Refractor.

KEUNIKAN

Berkunjung kesini bisa kamu lakukan siang atau pun malam Sob. Kalau siang lihatnya matahari, kalau malam lihatnya bintang. Di sini terdapat teleskop untuk melihat bintang dan teleskop untuk melihat matahari.

Sejak tanggal 15 Desember 2007, di Observatorium Bosscha didirikan Museum Astronomi Indonesia (MAI) yang bertempat di Wisma Kerkhoven. Di museum ini, terdapat koleksi foto-foto pembangunan Onservatorium Bosscha, teleskop secretan, micrometre untuk membaca posisi bintang, dan measuring engine untuk membaca posisi benda-benda langit.

Disini juga terdapat ruang perpustakaan. Semua koleksinya  berkaitan dengan seluk-beluk ilmu astronomi, ruang ceramah umum, kamar ukur, dan bengkel.

Selaini itu kalau kamu berminak, kamu bisa mengikuti paket wisata khusus, AstroCamp. Peserta yang mengikuti program ini tinggal di dekat observatorium. Selama program, para peserta mendapatkan pendidikan dan latihan dasar astronomi selama dua hari dua malam.

Terdapat 5 buah teleskop besar di dalam Observatorium Bosscha, antara lain :

  • Teleskop Refraktor Ganda Zeiss : Teleskop ini biasa digunakan untuk mengamati bintang ganda visual, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, mengamati planet, mengamati oposisi planet Mars, Saturnus, Jupiter. Selain itu juga digunakan untuk mengamati detail komet terang serta benda langit lainnya.
  • Teleskop Schimidt Bima Sakti : Teleskop ini biasanya digunakan untuk mempelajari struktur galaksi Bima Sakti, mempelajari spectrum bintang, mengamati asteroid, supernova, Nova untuk menentukan terang dan komposisi kimiawinya, dan untuk memotret objek langit. Alat bantu extra-teleskop adalah Wedga Sensitometer. Fungsinya untuk menera kehitaman skala terang bintang dan alat perekam film.
  • Teleskop Refraktor Bamberg : Teleskop ini biasa digunakan untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, pengamatan matahari dan untuk mengamati benda langit lainnya. Teleskop ini dilengkapi dengan fotoelektrik-fotometer. Fungsinya untuk mendapatkan skala terangb bintang dari intensitas cahaya listrik yang ditimbulkan.
  • Teleskop Cassegrain GOTO : Dengan menggunakan teleskop ini, objek dapat langsung diamati dengan memasukkan data posisi objek tersebut. Kemudian data hasil pengamatan akan dimasukkan ke media penyimpanan data secara langsung. Teropong ini juga dapat digunakan untuk mengukur kuat cahaya bintang dan pengamatan spectrum bintang. Teleskop ini dilengkapi dengan spektograf dan fotoelektrik-fotometer.
  • Teleskop Refraktor Unitron : Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatanhilal, pengamatan gerhana bulan dan gerhana matahari, serta untuk pengamatan benda-benda langit lainnya.

 

LOKASI

Observatorium Bosscha terletak di Jalan Peneropongan Bintang, Desa Gudang Kahuripan dan Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jaraknya sekitar 15 kilometer ke arah utara dari pusat kota Bandung.

AKSES

Dari Bandung,kalau kamu menggunakan kendaraan umum, kamu bisa berhenti di Jalan Raya Lembang. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi. Dari sini, kamu bisa berjalan kaki menuju lokasi, atau menyewa ojek dengan tarif sekitar  3000-5000 per orang.

HARGA TIKET

Kunjungan Siang (7500/ orang) & Kunjungan Malam (10000/ orang)

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Kawasan wisata ini menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti ATM, wisma, hotel, villa, warung, kafe, voucher isi pulang pulsa, serta outlet yang menjual cinderamata dan jajanan khas Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *