Wa Kepoh dan Fenomena Dongeng Sunda Si Rawing

Hayooo ngaku, siapa yang generasi 80-an? Udah nggak usah malu. Wkekeke. Soalnya kita mau ngobrolin dongen jaman tahun 80-an Sob. Siap? Hayo, mana yang sudah ngaku. #kabur.

Kalau kamu Bandung atau Jawa Barat yang pernah mengalami zaman sekitar tahun 80-an, pasti ingat dengan sosok imajiner Si Rawing. Sebuah dongeng yang paling ditunggu masyarakat Bandung.

Kalau dongeng “Si Rawing” mulai mengudara, hampir setiap rumah setia duduk di depan radionya masing-masing. Radio? Jadul banget! Jaman dulu kan radio masih keren Sob. Beda dengan sekarang.

Dongeng yang dibawakan Wa Kepoh ini menjadi kenangan tersendiri bagi urang Sunda waktu itu. Bisa dibilang dogeng satu ini adalah media pemersatu urang Bandung selain Persib. Hampir semua urang Sunda mengenal dongeng tentang kisah pendekar dari Tanah Sunda ini.

Ceritanya hampir sama dengan film-film silat waktu itu yang diperankan Advent Bangun dan Barry Prima. Mirip dengan kisah dalam buku silat Kho Ping Ho atau Wiro Sableng. Memang, cerita silat waktu itu sedang tren. Kisah petualangan pendekar, kasih sayang, hingga nilai-nilai kehidupan ada terbungkus rapi dalam kisah dongeng “Si Rawing”.

Namanya tokoh, pasti nggak lepas dari pemerannya. Sama seperti SI Rawing ini. Di belakang kepopuleran dongeng “Si Rawing” nggak lepas dari empunya suara, Wa Kepoh. Satu yang menjadi hal unik adalah iklan di radio juga ¬†dibawakan oleh Wa Kepoh dengan kepiawaiannya dengan aneka jenis suara, laki-laki, perempuan, anak-anak, atau suara kakek-kakek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *